Bergerilya dalam senyap

Sukses Dengan Metode Bergerilya Dalam Senyap

Inspirasih

Bergerilya dalam senyap ini sebenarnya istilah yang saya dapatkan dari seorang ibu-ibu tentang rahasia sukses jualannya, ketika saya sedang membahas tentang bapak-bapak yang gencar jualan di social media dengan metode pencitraan tapi hasilnya tak seberapa atau biasa-biasa saja.

Sedangkan ibu-ibu yang tampak adem-adem saja dan di socmed cuma cerita soal anak, cerita makan-makan hingga halan-halan, justru malah dapat hasil yang luar biasa. Gak banyak pencitraan tapi banyak jualan dan diam-diam dapat profit yang mengharukan.

Terkait dengan itu, mungkin Anda yang suka follow para motivator atau suka baca buku-buku pengembangan diri sudah familiar dengan metode memotivasi diri untuk mencapai impian dengan cara Anda harus umumkan cita-cita Anda pada dunia. Maksudnya biarkan orang-orang tahu apa impian Anda, agar Anda termotivasi untuk bergerak mencapainya.

Ceritakan impian Anda

Tetapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan, metode itu ternyata gak cocok untuk semua orang, termasuk saya pribadi. Saya baru ngeh tentang ini kalau mengingat kembali perjalanan saya dalam hal karir, bisnis, dan jodoh.

Diam-Diam Dapat Kerjaan Baru

Waktu saya masih kerja kantoran, saya beberapa kali jadi kutu loncat yang pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ketika saya sudah jenuh di satu perusahaan, maka saya akan langsung mengirimkan lamaran ke perusahaan-perusahaan lain. Tapi belum apa-apa biasanya saya sudah umumkan pada teman-teman kalau saya sudah mengirim lamaran ke tempat lain.

Apalagi kalau sudah ada panggilan wawancara, maka saya pun lapor pada teman-teman kalau saya sudah interview dan tinggal nunggu hasil.

Tetapi, ternyata tidak satupun lamaran kerja itu yang diterima, sehingga saya frustasi dan bingung sendiri, karena bertahan di perusahaan itu sudah jenuh banget sehingga kerjaan makin gak beres, tapi kalau nekat resign saya juga bingung mau dapat duit darimana.

Hingga suatu hari, ketika ada panggilan wawancara, maka saya ijin dulu sama manajer, kalau perlu cuti sekalian dan bilang ada keperluan mendesak. Tapi karena mengingat pengalaman-pengalaman sebelumnya, maka hari itu untuk pertama kalinya saya memutuskan untuk gak bilang pada siapapun kalau saya mau interview.

Bahkan selesai interview pun saya tetap menahan diri untuk diam dan tidak memberitahu siapapun, karena khawatir tengsin lagi kalau gak diterima.

Secara tidak terduga, tidak lama dari situ saya dapat kabar kalau saya diterima dan diminta untuk mulai bekerja awal bulan depan. Sungguh berita yang mengharukan yang membuat saya merasa bebas dari penderitaan, langit terasa cerah, hari menjadi indah, dan saya serasa lari-lari keliling pohon kenari ditemani para penari latar yang berjingkrak mengiringi.

Pola tersebut selalu saya ulang setiap kali berniat pindah perusahaan, diam-diam interview dan tahu-tahu diterima. Hingga tiba waktunya saya benar-benar resign dari dunia kerja kantoran dan berubah haluan jadi wirausahawan.

Diam-Diam Dapat Jodoh

Dalam hal jodoh, ternyata saya pun punya pola yang sama. Ketika saya menjalin hubungan dengan seorang wanita dan mengumumkannya pada dunia, ternyata kami malah tidak berjodoh meski sudah yakin akan menikah, tapi ada saja halangannya.

Bahkan meskipun harus diakui bahwa salah satu di antara para mantan itu ada yang cantik banget dan sekseh bin bohay bagai model, tapi begitu hubungan kami diumumkan, kami malah tidak berhasil sampai ke pelaminan sehingga menambah panjang deretan nama-nama mantan calon istri yang gak jadi.

Lain halnya ketika saya bertemu si cintah, saya tidak mengumumkannya pada siapapun. Menjelang hari pernikahan barulah saya kasih tahu pada orang-orang tertentu saja, dan saat menikah hanya pihak keluarga saja yang diundang tanpa ada pesta-pestaan. Bahkan setelah beberapa lama menikah pun saya masih belum memberitahu semua orang karena lupa ngasih tahu wkwkwk.

Tapi hal itu saya jadikan kesempatan untuk iseng ngerjain teman-teman yang suka membully saya karena mereka mengira saya masih jones alias jomblo ngenes.

Saya biarkan mereka bahagia ngebully saya dulu, sedangkan saya hanya senyum-senyum penuh kemenangan saja saat dibully.

Begitu saya kasih tahu mereka kalau saya sudah nikah dan sudah punya anak, mereka pun kaget, bahkan ada di antara mereka yang malah ngomel karena merasa gak dikasih tahu, udah gitu gak diundang bagai jelangkung yang datang tak dijemput pulang tak diantar.

Yah, minimal saya membuktikan lagi bahwa buat saya metode bergerilya dalam senyap ini works!

Saya sih yes, gak tahu kalo Mas Anang.

Diam-Diam Bisnis Jalan

Dalam bisnis juga begitu, ketika saya melakukan banyak pencitraan di social media tentang suksesnya bisnis saya, yang terjadi kemudian adalah sebaliknya, bisnis saya malah mulai sepi dan makin hari makin sepi hingga nyaris bangkrut.

Tapi setelah memutuskan untuk menggunakan pola bergerilya dalam senyap, bisnis yang nyaris runtuh itu pun perlahan bangkit kembali secara elegan, dan saya bisa berjalan dalam slow motion dengan background ledakan.

Background ledakan

Saya tidak tahu kenapa bisa begitu, tapi itulah pola yang saya alami. Dan kalau ditanyakan pada para pakar pengembangan diri, bisa jadi jawaban mereka adalah:

Ada belief system yang tertanam di pikiran bawah sadar saya yang membuat saya meyakini bahwa kalau saya bilang-bilang orang lain tentang goal yang sedang saya kejar, maka yang terjadi adalah sebaliknya.

Mungkin ya mungkin tidak, saya gak mau pusing soal itu, dipikirin juga gak ada duitnya wkwkwk.

Tapi kalau mengamati diri sendiri dan orang lain, menurut analisa sotoy saya sih…metode mengumumkan goal pada khalayak ramai itu sepertinya lebih cocok untuk orang dengan tipe kepribadian koleris. Karena orang koleris itu biasanya suka tantangan, berani mati, dan kalaupun gagal meraih sesuatu sampai merasa frustasi, mereka cenderung lebih cepat bangkit dari keterpurukan.

Sedangkan yang melankolis apalagi introvert seperti saya, metode mengumumkan goal pada banyak orang cenderung malah akan terasa membebani. Dan kalau sudah down karena kegagalan, biasanya tipe ini cenderung lama bangkitnya.

Karena itu untuk tipe kepribadian melankolis atau yang introvert, metode bergerilya dalam senyap bisa jadi jauh lebih cocok dan kemungkinan berhasilnya lebih besar atas izinNya tentunya.

Raih impianmu diam-diam

Jadi barangkali ada yang mengalami hal yang sama seperti saya, dan punya tipe kepribadian yang sama dengan saya, sudah mencoba memotivasi diri dengan mengumumkan goal Anda pada dunia tapi malah gagal mencapai impian, mungkin Anda bisa coba beralih ke metode bergerilya dalam senyap yang diam-diam saja tapi tahu-tahu sukses. Asal jangan diam-diam saja tapi gak melakukan apa-apa dan akhirnya malah gak dapat apa-apa.

Ituh!

*kayaknya

Please follow and like us:

Leave a Reply