cara mudah agar dapat jodoh

Tips Cara Mendapatkan Jodoh Ini Akan Membuat Netizen BAPER!

Cintah

Salah satu keluhan yang sering saya dengar dari teman-teman saya, selain masalah uang adalah masalah jodoh!

Ya, soalnya problem orang itu gak jauh-jauh dari masalah duit, percintaan, dan kesehatan.

Tapi dalam artikel kali ini saya ingin menulis khusus tentang masalah jodoh.

Sebagian orang merasa dapat jodoh itu jalannya mudah sekali, bahkan seolah-olah jodoh itu diantarkan begitu saja. Misalnya teman saya yang salah kirim SMS malah berujung dapat jodoh. Atau seperti ibu dan bapak saya yang ketemu di dalam bis antarkota, terus tak lama dari situ mereka menikah.

Atau mungkin ada di antara Anda yang tak sengaja tabrakan di jalan, terus tas si cewek jatuh, lalu karena merasa bersalah Anda pun memungutkan tasnya, tapi malah kepegang tangan si cewek yang berusaha mengambil tasnya juga.

Suasana pun jadi hening, dua mata saling memandang, lalu tiba-tiba musik berkumandang, dan Anda berdua sudah lari-lari keliling pohon sambil dikelilingi puluhan penari latar dadakan yang berjingkrak mengiringi, entah darimana mereka datangnya.

nari diiringi penari latar

Tapi bagi sebagian lainnya, jodoh itu terasa sulit didapat. Ada orang yang ingin sekali cepat menikah sampai-sampai bikin status tentang keinginan menikahnya di Facebook atau di WA, tapi ketika ada yang mau membantunya untuk dicarikan jodoh malah menolak, atau setelah dipertemukan pun ternyata gak cocok. Dan akhirnya galau lagi.

Berdasarkan pengamatan, orang yang sulit dapat jodoh ini bisa dibagi ke dalam beberapa kelompok.

Tipe Orang Susah Jodoh

  1. Orang yang sulit dapat jodoh karena terlalu pemilih atau terlalu idealis. Misalnya harus nikah sama bule, atau dengan suku tertentu, atau mendambakan kriteria fisik yang sempurna. Misalnya seorang pria yang ingin menikah dengan wanita yang cantik, cerdas, sekseh, bohay, tinggi, langsing, rambutnya panjang, punggungnya bolong.
  2. Orang yang sulit dapat jodoh karena krisis kepercayaan diri, merasa tidak ganteng atau cantik, merasa tubuhnya tidak sempurna, atau merasa tidak layak dicintai, sehingga jangankan mendekati orang yang dia suka, bisa melihat dari jauh saja dia sudah bahagiaaaa banget.
  3. Orang yang sulit membuka hati karena trauma. Bisa trauma karena penolakan, trauma karena patah hati akibat diselingkuhi, atau hubungan cinta yang gagal dan berakhir menyakitkan, cinta yang tidak direstui orang tua, atau  trauma akibat broken home karena sering melihat pertengkaran orang tua atau bahkan KDRT yang dilakukan ayahnya pada ibunya atau sebaliknya, sehingga tertanam di bawah sadarnya bahwa pernikahan itu masalah dan dia jadi takut menikah.
  4. Orang yang sulit dapat jodoh karena susah move on. Bisa karena trauma akibat hubungan yang gagal, atau ngotot ingin seseorang yang itu-itu saja. Maunya sama si itu terus, bahkan meskipun si itu menolaknya atau sudah menyakitinya, atau si itu sudah bahagia bersama orang lain, dia tetap berharap dan bersedia menunggu, karena dia punya keyakinan bahwa suatu hari nanti mereka akan bisa bersatu kembali meski harus menunggu seribu tahun lamanya. Emang situ yakin umurnya nyampe seribu? Drama Korea juga gak gitu-gitu amat wkwkwk.
  5. Orang yang ketakutan dengan masa depan terutama yang berhubungan dengan pernikahan. Umumnya yang dijadikan alasan selalu soal uang, merasa belum berpenghasilan cukup, dan berprinsip nunggu cukup dulu uang baru mau cari jodoh.

Mungkin masih ada kelompok lainnya, misalnya kelompok orang yang susah dapat jodoh karena orang takut mendekatinya, padahal sebenarnya dia baik, tapi penampilan dan statusnya membuat orang tidak pede mendekatinya.

Ada juga orang yang takut bosan pada pasangan kalau sudah menikah, atau takut akan terikat dan tak akan sebebas saat dia jomblo, sehingga dia memutuskan tidak cari jodoh dulu.

Dan ada juga orang yang sulit dapat jodoh karena terjebak menjadi gay atau lesbi, atau yang diguna-guna sehingga tidak ada orang yang mau padanya, atau orang yang jadi jomblo sebagai konsekwensi perbuatannya di masa lalu, misalnya suka menyakiti hati ibunya, atau senang mempermainkan wanita.

Tapi secara umum kita batasi dulu di lima kelompok di atas tersebut.

Nah, setiap kelompok umumnya akan membutuhkan penanganan yang berbeda, tidak bisa disamaratakan solusinya dengan cara di-bully.

Memang ada orang yang harus dibully agar termotivasi untuk segera bergerak cari jodoh dan menikah, walaupun tetap harus disadari bahwa nikah itu bukan untuk memuaskan orang yang membully, dan juga bukan untuk mencari pengakuan atau membuktikan diri pada orang-orang bahwa Anda bisa juga laku pada akhirnya.

Dan para pembully juga harus berhati-hati agar suatu hari nanti tidak sampai dijadikan cover majalah bertuliskan headline, “Semasa hidup suka membully jomblo, jenasah susah dikebumikan”.

Bagaimana Agar Mudah Dapat Jodoh?

Prinsip sederhananya adalah…

Persiapkan diri menjadi orang yang layak mendapatkan jodoh!

Langkah pertama jika Anda merasa sebagai orang yang sulit dapat jodoh, maka kenali dulu faktor apa yang membuat Anda sulit dapat jodoh. Apakah ada di antara 5 kelompok di atas? Atau ada faktor lainnya.

Jika Anda idealis dengan kriteria jodoh, maka Anda bisa baca artikel tentang memilih kriteria jodoh.

Jika Anda punya krisis kepercayaan diri, maka membangun rasa pede adalah langkah awal yang harus Anda lakukan. Percayalah, ganteng atau cantik, tubuh langsing sekseh dan perut sixpack bukanlah syarat mutlak untuk dapat jodoh. Kepercayaan diri itu datang dari dalam, bukan dari penampilan luar.

Membangun kepercayaan diri juga dapat dimulai dengan mengeksplor sisi kekuatan Anda yang membuat orang lain akan mendekati Anda karena kemampuan yang Anda punya.

Misalnya, jika Anda jago internet marketing, dan selama ini tidak pernah mempublikasikan diri, maka cobalah buka kursus offline internet marketing yang mengharuskan Anda berinteraksi secara langsung dengan banyak orang. Bukan tidak mungkin dari sekian banyak murid Anda malah akan ada orang yang jadi jodoh Anda hehehe.

Jika Anda punya masalah komunikasi, susah ngobrol dengan orang baru, maka belajar ilmu komunikasi bisa Anda jadikan langkah awal untuk menjadi lebih pede.

Jika Anda punya trauma masa lalu yang menyakitkan, maka langkah paling sederhana untuk mengatasinya adalah mengubah sudut pandang dan menerima masa lalu tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus Anda lalui agar Anda bisa hidup lebih baik di masa depan.

melepaskan masa lalu

Tetapi jika Anda merasa luka batin itu terlalu dalam, maka lepaskanlah segala kemarahan dan kesedihan itu dengan cara yang tepat, bukan dengan menyakiti diri, dan mendzalimi diri sendiri dengan membuat keputusan untuk tidak membuka hati.

Jika Anda sulit melepaskan segala trauma tersebut sendirian, maka sebaiknya carilah bantuan, entah itu ungkapkan pada teman yang bisa Anda percaya, mengunjungi terapis yang berpengalaman, atau bisa juga merefer pada tehnik release yang ada dalam ebook Quantum Jodoh.

Jika Anda susah move on, sebenarnya bukan tidak bisa move on melainkan tidak mau move on. Solusinya kembali pada kesadaran untuk tidak mendzalimi diri sendiri. Kalau tidak bisa langsung move on, maka Anda harus tentukan waktu dan berkomitmen, berapa lama Anda mau rehat dulu sebelum membuka hati, misalnya 3 bulan. Dan manfaatkan waktu 3 bulan itu untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri pada Allah, dan hal positif lainnya yang membuat hidup Anda bisa lebih happy.

Jika Anda takut menikah karena alasan keuangan, maka ada dua hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Cari duit dari sekarang, kumpulkan sebanyak-banyaknya, dan tentukan tenggat waktu sampai kapan mau cari duitnya. Sebaiknya jangan terpaku dengan harus punya uang sejumlah tertentu agar bisa menikah. Kalau di tengah jalan ketemu jodohnya sebelum Anda punya uang sejumlah yang diinginkan, jangan jadikan hal tersebut sebagai halangan untuk menunda menikah.
  2. Anda bisa pakai cara saya yaitu mengubah belief. Karena keyakinan kita adalah doa juga. Saya sudah membuktikan sendiri, saya meyakini bahwa saya tidak butuh uang banyak untuk keperluan menikah, dan kalau sudah menikah maka rejeki itu akan mengikuti dengan sendirinya. Maka doa itu terwujud, saya dapat istri yang tidak mempedulikan berapa banyak uang yang saya punya, dan dia mau berjuang bersama saya dalam kondisi apapun. Demikian juga dengan mertua saya yang tidak mempermasalahkan kondisi keuangan saya, sehingga kami pun menikah secara sederhana saja, tanpa ada pesta meriah, cukup di KUA yang penting SAH!

Intinya jika Anda susah jodoh tapi masih punya keinginan menikah, persiapkan diri Anda dengan membenahi mental Anda dulu dan bersabarlah dalam prosesnya, karena jodoh itu tidak selalu tiba-tiba muncul dan menclok di jendela selepas Anda berdoa.

jodoh muncul tiba-tiba

Jangan berpatokan pada contoh pernikahan yang gagal, apalagi berita artis yang kawin cerai. Karena itu bisa menanamkan belief negatif tentang pernikahan. Kegagalan pernikahan orang lain bagus dijadikan pelajaran untuk Anda agar tidak mengalami hal yang sama, tapi juga jangan lupa untuk banyak lagi belajar pada mereka yang rumah tangganya langgeng.

Berdasarkan pengalaman, pepatah lama memang benar, bikinlah menikah itu simple, jangan dibikin ribet dengan banyak persyaratan dan pertimbangan atau prasangka. Dengan begitu InsyaAlloh Anda akan berubah menjadi sosok yang layak untuk mendampingi pasangan Anda kelak.

Tak lupa yakini semua orang sudah ada jodohnya karena Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Meski memang ada yang dapat di dunia, dan ada juga yang dapatnya di akherat. Tetapi kalau bisa dapat di dunia, kenapa harus nunggu di akherat nanti?

Nikah itu ibadah, nikah itu perintah Allah, dan perintah Allah tidak mungkin untuk menyengsarakan mahlukNya.

Jadi sebisa mungkin kita laksanakan perintah itu. Kalau kebanyakan mikir karena nanti takut terjadi ini itu, takut gak langgeng, takut gagal kayak si anu, takut cuma bahagia di awal, takut diselingkuhi, takut miskin, dll, yang ada Anda gak akan nikah-nikah dan mencari pembenaran untuk gak nikah, lalu bersembunyi di balik topeng jomblo happy.

Memang yang nikah juga belum tentu selalu happy, tapi bagaimana kita tahu gak bakalan happy kalau gak dijalani?

Lagipula dalam prakteknya nanti, orang menikah itu gak akan selalu happy setiap saat setiap waktu, karena ada saat-saat kesabaran dan komitmen kita diuji. Makanya dikatakan bahwa menikah telah menyempurnakan separuh ibadah, karena kebahagiaan pernikahan itu tidak hanya pada saat senangnya saja, bukan hanya saat-saat indah awal pernikahan saja, tapi juga saat kita mampu tetap menjaga kebersamaan ketika datang hal-hal yang menguji keteguhan hati dan komitmen pada janji yang diucapkan saat menikahi pasangan. 

Jadi, meskipun saat ini Anda sedang jomblo dan merasa hopeless untuk dapat jodoh, tetaplah niatkan untuk menikah, tetaplah berdoa, dan tetaplah berusahalah menemukan jodoh Anda. Yang penting adalah ikhtiar dulu, hasil serahkan sama Allah.

Saya doakan semoga Anda yang mendambakan jodoh segera dipertemukan dengan jodoh yang terbaik menurut kehendakNya untuk Anda.

Please follow and like us:

Leave a Reply