sudah doa dan usaha tapi belum sukses juga

Sudah Berdoa dan Usaha Tapi Belum Sukses Juga?

Steady Soul

Saat kita sedang berusaha meraih sukses entah itu dalam karir kerja kantoran, bisnis online atau offline, maka kita wajib menggabungkan dua faktor yaitu doa dan usaha.

Usaha saja tanpa doa itu sombong namanya, karena kita melupakan Sang Pencipta dan merasa semua bisa terjadi atas usaha kita sendiri.

Doa saja tanpa usaha itu malas namanya, karena uang atau kesuksesan itu tidak akan jatuh dari langit begitu saja tanpa kita melakukan apa-apa.

Nah, sekarang bagaimana kalau usaha sudah, doa juga rajin, tapi kok sukses itu sepertinya sulit diraih juga?

Nasehat yang umum adalah SABAR…

Betul saya setuju, sabar itu perlu, tapi harus dilihat juga kasusnya. Karena kalau yang saya alami dan juga dialami beberapa teman lainnya, kadang kita perlu melihat ke dalam diri dan menilai action yang kita lakukan.

Contohnya:

Apakah benar usaha kita sudah maksimal? Atau sebenarnya belum optimal?

Apakah kita asal-asalan saja usahanya dan gak mau belajar hal-hal yang penting yang mendukung usaha?

Apakah kita bermental instan sehingga berharap baru buka usaha langsung dapat duit banyak dan jadi kaya dalam waktu cepat?

Itu beberapa di antaranya, tetapi kalau pengalaman saya pribadi dan juga dialami cukup banyak teman lainnya, ada dua faktor krusial yang membuat usaha tersendat-sendat sehingga sukses itu rasanya susah sekali.

Dua faktor tersebut adalah:

LELET DAN SUKA MENUNDA-NUNDA

Nah, kalau sudah begini jangan merasa doanya gak dikabul, dan gak usah menghibur diri dengan kata SABAR dulu wkwkwk. Karena lelet dan suka menunda itu masalah besar selain juga merupakan ciri pemalas.

Lelet dan suka menunda seringkali menyebabkan penyesalan saat waktu terasa berlalu begitu cepat tetapi kita masih juga jalan di tempat. Saat orang lain sudah mendapatkan pencapaian, kita masih gitu-gitu aja dan masih terbuai dalam khayalan tanpa tindakan.

Apa yang membuat seseorang jadi lelet dan suka menunda?

Ada banyak faktor, tetapi yang paling umum menjadi alasan adalah karena tidak menyukai pekerjaan atau bidang usahanya. Dengan kata lain mengerjakan pekerjaan yang bukan passionnya.

Berat memang mengerjakan hal yang tidak kita sukai, tetapi meskipun passion itu penting, dalam hal memenuhi kebutuhan hidup apalagi kondisinya urgen, maka prioritas utama adalah mencari uang, terlepas kita punya passion atau tidak di situ. Saya membahasnya lebih detail di artikel yang satu ini.

nyantai dulu baru kerja

Dari sisi pola hidup, cukupkan istirahat dan makanlah sesehat mungkin. Karena sering terjadi kita kehilangan energi untuk bekerja dikarenakan kurang istirahat, sehingga bangun merasa lemas dan tak bertenaga.

Kemudian prioritaskan pekerjaan lebih dahulu sebelum nyantai, karena tidak sedikit orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk santai cari hiburan yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya. Seperti nyetatus di FB, komen sana-sini, like, share, dan ketik aamiin biar masuk surga.

Apalagi jika pagi hari diawali dengan nyantai dan cari hiburan dulu. Yang ada malah kebablasan sampai siang, dan begitu mau kerja mood sudah berubah, energi sudah terkuras, akhirnya kerjaan ditunda dulu dan cari hiburan lagi untuk refreshing.

Kadang terjadi akhirnya seharian gak kerja sama sekali dan ditunda ke esok harinya. Tapi kalau esok harinya terulang pola yang sama, maka kerjaan pun gak beres-beres, dan baru panik ketika deadline tiba, sehingga grasak-grusuk di saat injury time.

Sering terjadi pula, orang-orang yang bilangnya butuh duit malah kebanyakan santai pada saat punya waktu luang. Tetapi ketika mereka sadar duit makin menipis atau bahkan sudah habis, barulah mereka panik cari duit, sehingga tak jarang yang terpikirkan adalah ngutang dulu.

Karena itu untuk menghindari baru sibuk kerja saat injury time tiba atau selalu kepepet duit melulu, yuk yang masih malas-malasan kerja, lelet, dan suka menunda-nunda, kita ubah kebiasaan menjadi lebih rajin dan sigap dalam bekerja.

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply