cara memilih jodoh yang tepat

Tips Memilih Pasangan Hidup Yang Ideal

Cintah

Pada dasarnya kita bebas untuk memilih kriteria jodoh berdasarkan harta, keturunan, rupa, ataupun ahlak/agamanya. Yang terbaik tentunya berdasarkan ahlak dan agamanya.

Manusia jaman now cenderung lebih berhati-hati dalam memilih jodoh, tidak mau asal-asalan, bahkan ada yang tidak mau dijodoh-jodohkan. Maunya dapat sendiri, bukan karena dijodohkan.

Tidak ada yang salah dengan pilih-pilih, memilih jodoh itu harus, karena beli jengkol pun harus dipilih-pilih dulu kalau ingin membuat masakan menu jengkol yang rasanya mantab jiwah.

Yang tidak bagus itu terlalu pemilih, apalagi dilatarbelakangi hawa nafsu belaka, atau keinginan untuk diakui orang lain atau untuk kebanggaan semata.

Misalnya, jika ada yang ditanya kenapa ingin punya istri yang cantik, ada loh yang menjawab, “Supaya gak malu-maluin kalau dibawa jalan.”

Tentu saja wajar cowok ingin punya istri cantik, atau cewek ingin punya suami ganteng, yang salah itu kalau cowok ingin punya istri ganteng dan sixpack, atau cewek ingin punya suami cantik.

menentukan kriteria pasangan hidup
Menentukan kriteria pasangan hidup

Tapi fisik itu bisa pudar, atau lama-lama bisa terasa biasa saja. Seperti Anda punya HP terbaru, awal-awal mungkin Anda akan sering menatapnya, mengagumi keindahan desain dan kecanggihan fiturnya, tapi lama-lama akan terasa biasa, bahkan bisa saja bosan dan ingin ganti lagi.

Pernikahan juga begitu, kalau hanya berdasarkan hawa nafsu semata, maka Anda bisa saja bosan dengan pasangan Anda. Mungkin sudah sering kita dengar atau lihat sendiri ada wanita yang cantiknya luar biasa, tapi akhirnya bercerai juga karena suaminya tak lagi mencintainya. Atau sebaliknya, ada seorang wanita yang suaminya ganteng banget yang membuat para wanita lain kesengsem melihatnya, tapi ternyata pernikahan mereka tak bertahan lama.

Bukan berarti tidak boleh cari pasangan yang ganteng atau cantik, boleh banget, tapi perhatikan niat di balik itu jangan berdasarkan hawa nafsu semata atau butuh pengakuan orang lain. Kita harus ingat bahwa niat ibadahnya jauh lebih utama daripada memuaskan nafsu semata.

Jika Anda belum dapat jodoh sampai sekarang, sempat dijodohkan beberapa kali tapi merasa tidak cocok, atau pernah ada yang mendekati tapi Anda tidak mau karena Anda anggap bukan tipe Anda, maka pertanyaannya…

Apa Yang Membuat Anda Bertahan Dengan Kriteria Anda?

Hanya Anda sendiri yang tahu, apakah itu berdasarkan hawa nafsu semata, atau benar-benar yang Anda butuhkan.

Tapi, merenungkan lebih dalam juga perlu, untuk mengetahui apakah kriteria yang Anda inginkan itu berlatarbelakang sesuatu yang dalam seperti pengalaman di masa lalu yang membuat Anda hidup dalam kemarahan atau kesedihan terpendam.

Misalnya ketika ada wanita yang ingin punya suami yang ganteng dan kaya, padahal si wanita itu sendiri biasa-biasa saja dari sisi rupa, maka sebaiknya tidak langsung memberi cap matre atau menghina, “Ngaca dulu woi! Emang lo pantes dapat suami ganteng dan kaya?”

Pasti ada latar belakang yang membuat dia memilih kriteria itu yang mungkin penyebabnya bisa membuat kita malah jadi iba.

Misalnya karena ternyata waktu kecilnya dia hidup dalam kesusahan uang, hampir tidak pernah dibelikan mainan oleh orang tuanya, bahkan sering dibilang “jelek” oleh ibu atau bapaknya dan si ibu suka mengatakan, “Nyesel gua ngelahirin elo!”

Sehingga secara disadari atau tidak, dia membuat keputusan kalau sudah dewasa nanti harus menikah dengan pria kaya dan tampan agar orang tuanya tahu bahwa dia punya arti di mata orang lain yang lebih bermartabat.

Karena itu, ketika kita menentukan kriteria jodoh dan idealis dengan tipe tersebut, maka yang perlu kita pertanyakan dulu adalah:

Apakah tipe ini yang sebenarnya saya butuhkan? Ataukah ini cuma nafsu semata?

Hal Lain Untuk Dipertimbangkan Saat Menentukan Kriteria Jodoh

Sekali lagi kita bebas menentukan kriteria jodoh, dan boleh banget ingin dapat yang cantik atau yang ganteng. Tetapi memilih jodoh pun seperti jual beli. Ada yang harus Anda tawarkan pada mereka yang Anda pilih sehingga mereka mau menerima Anda.

Dan perlu diingat, bahwa yang kita tawarkan itu bukan faktor harta melulu.

Secara sederhananya cobalah tengok diri sendiri terlebih dahulu. Misalnya jika Anda cowok yang ingin dapat istri cantik, cerdas, sholehah, kaya raya, maka pertanyakan dulu:

“Kualitas apa yang Anda miliki yang membuat Anda merasa layak untuk mendapatkan jodoh seperti itu?”

“Soalnya saya ganteng om…”

PREETT!

Pertamax, kalau memang ganteng, kenapa masih jomblo sampai sekarang? Dan kenapa gak dapat tipe cewek seperti itu dari dulu?

Keduax, orang yang ganteng biasanya gak akan ngaku-ngaku ganteng, karena dia sudah pede dengan kegantengannya dan gak perlu mengumumkan kegantengannya lagi biar diakui orang.

“Iya sih om saya gak ganteng. Tapi om, kita kan harus bermimpi setinggi-tingginya dan gak usah pedulikan apa kata orang?”

Iya betul, mimpi boleh aja, gratis kok, dan memang bukan gak mungkin bisa dapat jodoh dengan kriteria high class seperti itu. Apalagi kalau berkaca pada para cowok yang wajahnya biasa-biasa tapi bisa dapat istri yang cantik luar biasa.

Itu bukan karena pelet, juga bukan selalu karena faktor duit, tapi karena ada kelebihan yang mereka punya yang membuat si cewek terpesona. Secara simplenya adalah karena mereka tahu cara membuat wanita nyaman bersama mereka terlepas dari penampakan sang pria seperti apa.

Ada seorang wanita teman saya, dulu dia pernah bilang kurang lebih begini:

“Saya mah gak nyari yang ganteng, tapi kalau nanti dapatnya yang ganteng, ya itu bonus…”

Dan tahukah apa yang terjadi? Dia justru dapat suami yang ganteng dan baik hati.

Doa Mendapatkan Jodoh Yang Terbaik

Jika Anda seorang pria yang belum menikah dan punya doa seperti ini:

Saya ingin dapat istri yang cantik, cerdas, sholehah, pinter masak, kaya raya, dan bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya kelak.

Apakah berlebihan?

Gak juga, tapi cobalah refleksi diri dulu, wanita seperti itu juga pasti menginginkan suami yang punya kualitas seorang pemimpin yang baik bagi keluarganya kelak. Apakah Anda yakin Anda punya kualitas diri yang memenuhi kriterianya juga?

Berdasarkan pengalaman pribadi, menentukan kriteria itu sah-sah saja, tapi sebaiknya diiringi dengan kepasrahan pada Allah untuk menentukan yang terbaik bagi kita.

Memang ada orang-orang yang alergi dengan kata “menyerahkan jodoh pada Allah”, karena dalam prasangka mereka pilihan Allah itu selalu gak enak. Misalnya minta istri yang cantik tapi takut dikasihnya yang jelek, karena mungkin itu yang terbaik menurut Allah.

Nah, prasangka itulah yang harus dilepaskan, karena walaupun misalnya Anda nantinya dapat istri yang tidak secantik yang Anda inginkan, bisa jadi Anda malah merasa sangat nyaman dengan istri yang wajahnya biasa-biasa, tapi sikapnya membuat Anda jatuh cinta padanya seolah-olah dia adalah wanita tercantik di dunia yang pernah Anda kenal.

Saya sendiri juga dapat jodoh yang tak terduga, bagi saya ini bisa dibilang sebagai keajaiban jodoh, karena awal saya berjumpa istri saya, sama sekali tidak ada rasa apa-apa padanya dan kami cuma teman biasa saja.

Dia juga bukan tipe saya kalau dilihat dari faktor fisiknya yang tidak bertubuh tinggi karena saya biasanya suka cewek yang tinggi, langsing dan sekseh hehehe. Selain itu dia juga lebih tua 2 tahun dari saya dan saya tidak pernah berencana jadi seorang brondong wkwkwk.

Tapi sikapnya membuat saya nyaman bersamanya, apalagi satu hari disaat saya sedang down, dia datang menghibur saya dan menyemangati saya dengan kata-kata yang membuat saya merasa disayangi, sehingga saat itu tiba-tiba saja tercetus dalam hati, “Ini dia istri yang saya butuhkan…”

Sehingga tidak butuh waktu lama untuk kami menikah. Saya langsung tembak dia, melamarnya, dan 2 minggu kemudian langsung SAH!

sah menikah

Mohon jangan salah paham, ini bukan berarti saya pasti jatuh cinta pada setiap cewek yang memotivasi saya ya. Gawat kalau itu terjadi wkwkwk.

Tapi pengalaman ini membuktikan perwujudan dari doa saya sendiri, karena dulu saya idealis dengan kriteria jodoh, hingga suatu hari akhirnya saya pasrah dan berdoa meminta jodoh dengan masih menyebutkan kriteria tertentu tetapi diakhiri dengan kalimat, “Atau yang terbaik menurut kehendakMu Ya Allah…”

Nah, buat Anda yang masih susah jodoh karena idealisme akan kriteria tertentu, saran saya libatkan kehendak Allah dalam menentukan kriteria jodoh.

Jangan takut Anda tidak akan bahagia dengan pilihanNya. Bisa jadi Anda lebih bahagia dari yang Anda duga. Karena kalau Anda menikah dengan orang yang sesuai kriteria yang Anda inginkan, belum tentu juga Anda akan bahagia seperti yang Anda bayangkan.

Intinya ketika Anda mau dan mampu mengikhlaskan kriteria jodoh pada Allah, maka bukan tidak mungkin jodoh itu datang tak dijemput pulang tak diantar…eh, jodoh itu akan datang dalam wujud yang Anda inginkan, dan bisa juga muncul dalam wujud yang tak pernah Anda duga dan tak pernah Anda harapkan sebelumnya, tapi ternyata Anda malah bersyukur bisa mendapatkannya.

Ituh!

Please follow and like us:

One thought on “Tips Memilih Pasangan Hidup Yang Ideal

Leave a Reply